Ada
banyak hal yang perlu dipertimbangkan sebelum melakukan pengangkutan sebuah
komoditas dengan menggunakan transportasi laut. Diperlukan sebuah analisa yang
logis untuk menentukan kapal seperti apa yang harus digunakan agar pengangkutan
menjadi efektif dan efisien.
Sebagai
contoh, kapal jenis apa yang tepat jika digunakan untuk mengangkut batu bara
sebanyak satu juta ton per tahun dari satu titik ke titik lain yang berjarak
200 mil, dengan waktu tempuh 20 jam setiap pengantaran, dan draft maksimum
kapal yang dapat digunakan adalah 9 meter?
Kapal
besar maupun kapal kecil memiliki keuntungan masing-masing. Kapal besar dapat
mengangkut lebih banyak barang, namun biaya maintenancenya lebih besar,
kecepatannya lebih lamban, dan memerlukan waktu lebih lama untuk
loading-unloading. Sementara kapal kecil lebih mudah perawatannya dan
bongkar-muat barang lebih cepat, namun perlu banyak kapal untuk dapat
mengangkut barang dengan jumlah yang sama dengan kapal besar.
Dalam
kasus pengangkutan batu bara diatas, kita dapat memilih sebuah kapal yang
sekiranya cukup. Pilihan saya jatuh kepada sebuah kapal batu bara berkapasitas
10000 ton, dengan draft hanya 7,48 meter. Kapal ini dapat berlayar dengan baik
karena draft kapal lebih rendah daripada draft maksimumnya 9 meter.
Untuk
mencapai jumlah satu juta ton per tahun, dengan menggunakan kapal berkapasitas
10000 ton, diperlukan 100 kali pengantaran. Menggunakan hanya satu kapal untuk
melakukan pengantaran terlalu mustahil, karena jadwal pengantaran tidak pasti
dan tidak ada kapal pengganti sekiranya terjadi breakdown kapal. Maka, untuk
memenuhi satu juta ton batu bara tiap tahun, kurang lebih dibutuhkan 2 kapal
sehingga pengantaran untuk setiap kapalnya dapat dibagi rata menjadi 50
pengantaran dalam satu tahunnya.
Dengan
waktu pengantaran 20 jam sekali angkut, atau 40 jam perjalanan pulang pergi
(dua hari), maka waktu tempuh yang dihabiskan oleh sebuah kapal adalah 200 hari
dalam setahun. Perhitungan ini cukup feasible dengan mempertimbangkan ada
hari-hari yang dilakukan untuk perbaikan dan perawatan kapal sehingga kapal
dapat tetap mengangkut batu bara sesuai jadwal.





