Blogroll

.

Monday, 11 March 2013

Multinational Company


Multinational Company atau MNC adalah perusahaan yang berusaha di banyak negara; maka disebut multinational company. Perusahaan seperti ini memiliki kantor-kantor, pabrik atau kantor cabang di banyak negara.

Umumnya, MNC memiliki sebuah kantor pusat sebagai lokasi untuk mereka mengkoordinasi manajemen global. MNC yang sangat besar memiliki dana yang melewati banyak negara. Mereka memiliki pengaruh kuat dalam politik global, karena pengaruh ekonomi mereka yang sangat besar bagi para politisi. Karena jangkauan internasional dan mobilitas MNC yang luar biasa, banyak negara sampai harus berkompetisi agar perusahaan ini dapat menempatkan fasilitas mereka di wilayah tersebut, dan dengan begitu juga negara akan mendapatkan pajak pendapatan, lapangan kerja, dan aktivitas ekonomi lainnya dari MNC yang bersangkutan.

Untuk dapat berkompetisi, negara-negara dan distrik politik regional seringkali menawarkan insentif kepada MNC, seperti potongan pajak, bantuan pemerintah atau infrastruktur yang lebih baik atau standar pekerja dan lingkungan yang memadai.

Knowledge Management


Knowledge Management (KM) merupakan hasil kerjasama dari SDM, proses, dan teknologi untuk mendukung proses pembuatan (creation), pembauran (assimilation), penyebaran (dissemination), dan pemanfaatan (application) pengetahuan di dalam lingkungan perusahaan/organisasi.

Knowledge Creation adalah proses perbaikan pengetahuan tertentu selama proses pembelajaran. Knowledge Assimilitaion adalah proses pengumpulan, penyimpanan dan penyaringan pengetahuan yang dibuat dengan pengetahuan yang sudah dipunyai sebelumnya. Knowledge Dissemination adalah proses akses dan distribusi pengetahuan untuk dipergunakan dalam pekerjaan yang lainnya. Konwledge Application adalah penggunaan pengetahuan yang ada untuk mendukung penyelesaian masalah-masalah yang dihadapinya.

Pengetahuan dibangun atau dikembangkan melalui proses pengalaman dimana pengetahuan tersebut dipergunakan, seperti proses penyelesaian masalah, projek atau pekerjaan.

Enterprise Resource Planning


Secara garis besar, sistem ERP atau Enterprise Resource Planning dapat digambarkan sebagai perkakas manajemen yang menyeimbangkan persediaan dan permintaan perusahaan secara menyeluruh, berkemampuan untuk menghubungkan pelanggan dan supplier dalam satu kesatuan rantai ketersediaan, mengadopsi proses-proses bisnis yang telah terbukti dalam pengambilan keputusan, dan mengintegrasikan seluruh bagian fungsional perusahaan; sales, marketing, manufacturing, operations, logistics, purchasing, finance, new product development, dan human resources. Sehingga bisnis dapat berjalan dengan tingkat pelayanan pelanggan dan produktifitas yang tinggi, biaya dan inventory yang lebih rendah, dan menyediakan dasar untuk e-commerce yang efektif.

Decision Support System

 

Decision Support System merupakan sebuah sistem yang dapat memberikan solusi dari permasalahan yang dihadapi secara efisien dan efektif, dan diandalkan oleh sebagian besar pembuat keputusan dalam memilih berbagai alternatif keputusan yang merupakan hasil pengolahan informasi-informasi yang diperoleh atau tersedia dengan menggunakan model pengambilan keputusan.

Model yang menggambarkan proses pengambilan keputusan terdiri dari empat fase yaitu:
1. Inteligence
Tahap ini merupakan tahap penelusuran dari ruang lingkup problematika serta proses pengenalan masalah. Data masukan diperoleh, diproses, dan diuji dalam rangka mengidentifikasikan masalah.
2. Design
Tahap ini merupakan tahap menemukan, mengembangkan, dan menganalisis alternatif tindakan yang dilakukan. Tahap ini meliputi proses untuk mengerti masalah, menurunkan solusi dan menguji kelayakan solusi.
3. Choice
Tahap ini merupakan tahap pemilihan diantara berbagai alternatif tindakan yang mungkin dijalankan. Hasil pemilihan tersebut diimplementasikan dalam proses pengambilan keputusan.
4. Implementation
Tahap ini merupakan tahap penerapan disertai pengawasan dan koreksi yang diperlukan dalam keputusan yang telah diambil.

Selain itu, terdapat komponen-komponen yang menentukan kapabilitas teknis dari DSS yaitu:
1. Database Management System
Manajemen basis data diperlukan dalam DSS karena mampu mengelola dan mengkombinasikan berbagai variasi data, mampu menambahkan sumber data secara cepat dan mudah, dan mampu menggambarkan struktur data data logikal sesuai dengan pengertian pemakai.
2. Model Base Management
Manajemen basis model diperlukan dalam DSS karena mampu mengelola basis model dengan fungsi manajemen yang analog dan manajemen database (seperti mekanisme untuk menyimpan, membuat dialog, menghubungkan, dan mengakses model)
3. Dialog Generation and Management Software
Komponen ini diperlukan karena mampu menangani berbagai variasi gaya dialog, bahkan jika mungkin untuk mengkombinasikan berbagai gaya dialog sesuai dengan pilihan pemakai, mampu memberikan dukungan yang fleksibel untuk mengetahui basis pengetahuan pemakai

Hello :)

Haloo semuanya!

Salam sejahtera untuk pembaca blog saya
Perkenalkan, nama saya Brenda Angelita Lesmana, tahun ini genap berumur 20 tahun. Sekarang ini, saya sedang menempuh semester 6 di Teknik Industri Universitas Indonesia, dan sebagai mahasiswa tingkat tiga, ilmu Teknik Industri saat ini sedang sangat gencar saya pelajari.

Hobi saya banyaaaak sekali. Salah satunya fotografi, walaupun tidak setiap minggu rutin hunting foto, paling tidak saya selalu menyempatkan diri untuk mencari foto-foto bagus setiap bepergian. Sehubungan dengan hobi fotografi tersebut, saya juga hobi travelling. Salah satu negara favorit saya ketika sedang travelling adalah Thailand. Thailand memiliki kultur negara yang sangat kental dan memiliki banyak tempat indah untuk difoto, seperti kuil, keramaian pasar, pemandangan, dan lain sebagainya.

Blog ini buat khusus untuk memenuhi tugas 3 mata kuliah Management Information System, dan saya berharap semoga blog ini dapat membantu teman-teman yang membutuhkan dan dapat saya pergunakan dengan lebih luas lagi nantinya. Nantikan postingan terbaru dari saya ya.

Akhir kata, selamat membaca!